Breaking News
light_mode
Beranda » Industri » Industri Garmen dan Tekstil Minta Kenaikan Tarif PAT Lebih Realistis dan Proporsional

Industri Garmen dan Tekstil Minta Kenaikan Tarif PAT Lebih Realistis dan Proporsional

  • account_circle Redaksi Bisnis Pasar
  • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar

 

BISNISPASAR.COM/ Jakarta. – Kenaikan Pajak Air Tanah (PAT) yang signifikan menjadi perhatian serius bagi industri garmen dan tekstil. Hal itu karena kebijakan itu berpotensi menambah tekanan bagi industri yang saat ini masih menghadapi tantangan global dan perlambatan permintaan.

Ketua Umum Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI), Anne Patricia Sutanto mengatakan industri menghormati kebijakan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air melalui konservasi air serta untuk optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, menurutnya, kebijakan ini perlu dilihat secara komprehensif agar tidak menimbulkan unintended impact terhadap keberlangsungan industri nasional, khususnya sektor padat karya.

Ditegaskan, industri garmen dan tekstil merupakan sektor yang memiliki intensitas penggunaan air yang tinggi, khususnya di midstream (tekstil). Karenanya, lanjutnya, kenaikan tarif pajak air bawah tanah dan air permukaan yang meningkat drastis hingga 120-250 persen di beberapa daerah, menimbulkan tekanan operasional yang signifikan bagi industri ini.

Sebagai gambaran, dia mencontohkan untuk industri garmen di Bandung, Jawa Barat, yang konsumsi atau kebutuhan air bawah tanahnya rata-rata 30-40 meter kubik per hari. Sehingga, yang biasanya tagihan pajak air tanah untuk 1 titik sumur adalah antara 2-3 juta rupiah per bulan, dengan kenaikan tarif PAT ini mereka harus membayar hingga 8-9 juta rupiah per bulan. “Itu untuk penggunaan satu titik sumur saja. Kalau ada 10 titik, PAT-nya bisa sampai 80-90 juta per bulannya,” tukasnya.

Apalagi, lanjutnya, tekanan ini lebih terasa lagi dampaknya pada industri tekstil yang penggunaan air bisa 10 kali lipat industri garmen atau sekitar 300 meter kubik per hari. Terutama dalam proses wet processing seperti pencelupan (dyeing), printing, penyempurnaan (finishing), dan pencucian (washing).

Menurutnya, kenaikan PAT ini secara langsung akan meningkatkan cost of production yang signifikan, yang pada akhirnya dapat menurunkan margin bahkan kerugian yang terpaksa harus diambil karena kontrak order sudah ditentukan jauh hari sebelum kenaikan PAT ditetapkan. “Kondisi ini tentunya akan berdampak pada penurunan daya saing produk Indonesia, baik di pasar domestik maupun ekspor,” ucapnya.

Selain memaksa industri untuk melakukan efisiensi, kata Anne, kenaikan biaya produksi juga berpotensi menaikkan harga jual produk tekstil dan garmen kepada konsumen. “Dalam kondisi persaingan global yang ketat, tambahan beban biaya ini berisiko menggerus margin industri dan berpotensi berdampak pada keberlanjutan usaha serta penyerapan tenaga kerja,” tukasnya.

Dia menegaskan selain kenaikan tarif PAT, yang juga menjadi perhatian industri garmen dan tekstil di berbagai daerah adalah kebijakan pembatasan penggunaan air tanah di beberapa wilayah yang zona merah.

Karenanya, AGTI mengusulkan dan mendorong agar pemerintah daerah meninjau kembali kebijakan ini, dan membuka dialog untuk menetapkan tarif yang lebih realistis dan proporsional. AGTI juga meminta agar kenaikan tarif PAT itu dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus, agar tidak mengejutkan arus kas perusahaan. AGTI juga meminta agar pemerintah daerah memberikan insentif atau kompensasi bagi sektor padat karya dan berorientasi ekspor. Selain itu, pemerintah daerah juga seharusnya mendukung transformasi industri menuju efisiensi penggunaan air dan praktik yang lebih berkelanjutan. “Karena itu, kami meminta dibuka ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memastikan kebijakan yang implementatif,” ujarnya.

Menurutnya, pada prinsipnya keberlanjutan lingkungan dan keberlangsungan industri harus berjalan beriringan. “Jadi, diperlukan kebijakan yang seimbang agar industri nasional tetap kompetitif sekaligus berkontribusi terhadap agenda sustainability,” katanya.

©Eko/Bisnispasar.com/bp/05/2026.

  • Penulis: Redaksi Bisnis Pasar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cetak Entrepreneur Baru, DPR Dorong UMKM Naik Kelas Bukan Sekadar Bertahan

    Cetak Entrepreneur Baru, DPR Dorong UMKM Naik Kelas Bukan Sekadar Bertahan

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Bisnis Pasar
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA — Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI menggelar forum diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Mencetak Entrepreneur Baru, Mendorong UMKM Naik Kelas” di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Diskusi yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai strategi penguatan kewirausahaan baru, […]

  • Per Juni 2026, Harga BBM Pertamina Resmi Sesuaikan Harga Baru

    Per Juni 2026, Harga BBM Pertamina Resmi Sesuaikan Harga Baru

    • calendar_month Kam, 4 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Bisnis Pasar
    • visibility 11
    • 0Komentar

      BISNISPASAR.COM/ Jakarta. –PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku efektif mulai 1 Juni 2026. Penyesuaian ini mencakup BBM jenis diesel, yakni Dexlite dan Pertamina Dex, serta BBM bensin beroktan tinggi Pertamax Turbo. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan […]

  • Pemkot Jogja Percepat Program Becak Listrik, di Kawasan Wisata Malioboro

    Pemkot Jogja Percepat Program Becak Listrik, di Kawasan Wisata Malioboro

    • calendar_month Kam, 4 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Bisnis Pasar
    • visibility 5
    • 0Komentar

    BISNISPASAR.COM/ Yogyakarta. – Pengadaan becak listrik di kota Jogja terus dikebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai mempercepat program penggantian becak motor (betor) menjadi becak listrik sebagai bagian dari upaya menciptakan kawasan ramah lingkungan, khususnya di kawasan Malioboro dan Sumbu Filosofi Yogyakarta.   Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan keberadaan becak motor akan dihapus secara bertahap […]

  •  Diplomasi Prabowo Selamatkan Energi Indonesia

     Diplomasi Prabowo Selamatkan Energi Indonesia

    • calendar_month Kam, 4 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Bisnis Pasar
    • visibility 10
    • 0Komentar

      BISNISPASAR.COM/ Jakarta.L- Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha mengungkapkan bahwa gejolak energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah memberikan tekanan besar terhadap fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak.  L Konflik di Yaman, Irak, hingga Libya terbukti mendorong kenaikan harga minyak yang jauh melampaui asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). […]

  • Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

    Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Bisnis Pasar
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Jakarta, 2 Juni 2026 – PT PLN (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan PT Starone Mitra Telekomunikasi (BDx Data Centers) dalam pengembangan infrastruktur kelistrikan berkapasitas total 1,2 gigawatt (GW) untuk kawasan pusat data (data center) berbasis Artificial Intelligence (AI) dan layanan digital di Indonesia. Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung pertumbuhan industri data […]

  • Tanah Abang Bangkit, KOPPAS Siap Kelola Pasar Sendiri

    Tanah Abang Bangkit, KOPPAS Siap Kelola Pasar Sendiri

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Bisnis Pasar
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Jakarta– Koperasi Konsumen Pedagang Pasar Tanah Abang (KOPPAS Tanah Abang) menggelar Musyawarah Anggota Tahunan (MAT) ke-48, Senin (25/5/2026), di Aula Kantor Manajer UPB Pasar Tanah Abang Blok A Lantai 12A, Jakarta Pusat. Forum tahunan ini dihadiri pengurus, pengawas, anggota dan calon anggota, serta perwakilan dari PD Pasar Jaya, PUSKOPPAS DKI Jakarta, dan Induk Koperasi Pasar […]

expand_less